Home / Kesehatan / Susu & Urine Unta Terbukti Bisa Sembuhkan Diabetes hingga Kanker?

Susu & Urine Unta Terbukti Bisa Sembuhkan Diabetes hingga Kanker?

Lebih dari 14 abad yang lalu, Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan petunjuk yang bagi sebagian orang terdengar ganjil: meminum susu dan air kencing unta untuk kesembuhan. Kini, setelah 77 tahun penelitian ilmiah modern (1947-2023) dan 1.338 artikel yang terbit di jurnal internasional, sains akhirnya berbicara lantang: Nabi benar.

Sebuah studi bibliometrik oleh tim ilmuwan dari Universitas Jazan, Arab Saudi, telah memetakan seluruh penelitian global tentang susu dan urine unta. Hasilnya mengonfirmasi secara statistik apa yang menjadi inti dari pengobatan kenabian (Thibbun Nabawi).

Apa Kata Rasulullah ﷺ?

Dalam Shahih Muslim dan Shahih Bukhari, terdapat riwayat yang masyhur:

“Suatu ketika sekelompok orang dari suku ‘Uraynah datang ke Madinah. Mereka sakit kuning (demam). Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka untuk mendatangi unta-unta sedekah, meminum susu dan air kencingnya hingga mereka sembuh.”
(HR. Muslim No. 1671, Bukhari No. 2855)

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibn Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa perintah ini adalah bentuk rukhshah (keringanan) untuk tujuan pengobatan, bukan konsumsi rutin. Air kencing unta mengandung enzim dan mineral yang bersifat terapeutik, terutama untuk penyakit hati dan infeksi bakteri.

Sains Membenarkan: Apa Saja Manfaat Kesehatannya?

Dari 1.338 artikel yang dianalisis, para peneliti mengidentifikasi manfaat kesehatan utama berikut:

1. Diabetes Melitus (Paling Banyak Diteliti)

Kata kunci ‘diabetes’ muncul 34 kali dan masuk dalam tren teratas. Penelitian menunjukkan bahwa susu unta mengandung peptida bioaktif yang menyerupai insulin. Berbeda dengan susu sapi, susu unta tidak menggumpal di lambung, sehingga peptidanya dapat mencapai usus dan membantu mengatur gula darah.

  • Studi klinis: Agrawal dkk. (2011) dalam European Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa pasien diabetes tipe 1 yang mengonsumsi 500 mL susu unta setiap hari selama 2 tahun membutuhkan dosis insulin 30-40% lebih rendah.
  • Mekanisme: Peptida dalam susu unta menghambat enzim DPP-IV, target utama obat diabetes modern seperti sitagliptin. Ini artinya, susu unta bekerja seperti obat kimia tetapi dengan efek samping minimal.

2. Kanker (Anticancer)

Susu dan urine unta sama-sama menunjukkan aktivitas antikanker.

  • Susu unta: Ayyash dkk. (2018) dalam Food Chemistry membuktikan bahwa susu unta yang difermentasi dengan probiotik mampu membunuh sel kanker usus besar (HCT-116) dan kanker payudara (MCF-7) secara selektif—artinya sel normal tidak terganggu.
  • Urine unta: Al-Yousef dkk. (2012) dalam Journal of Ethnopharmacology menemukan bahwa komponen urine unta menghambat proliferasi sel kanker payudara, liver, dan paru-paru. Fraksi PMF-K yang sudah dipatenkan bahkan diklaim lebih aman dibanding kemoterapi konvensional.

3. Tukak Lambung & Hati (Gastroprotektif & Hepatoprotektif)

Salamt dkk. (2021) dalam Saudi Pharmaceutical Journal melaporkan bahwa urine unta memberikan tingkat kesembuhan tukak lambung 100% pada model hewan, lebih baik dari obat cimetidine (hanya 60,5%). Urine unta juga melindungi hati dari kerusakan akibat karbon tetraklorida (racun industri).

4. Penggumpalan Darah & Jantung (Antiplatelet)

Penelitian Al-Ghumlas (2020) dalam Heliyon menunjukkan bahwa urine unta menghambat agregasi trombosit. Artinya, urine unta berpotensi mencegah stroke dan serangan jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

5. Anti-inflamasi & Imunomodulator

Kata kunci ‘anti-inflammatory’ menjadi trending topic. Susu unta kaya akan laktoferrin dan imunoglobulin yang mampu menekan peradangan kronis pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis. Studi Ibrahim dkk. (2023) bahkan menunjukkan bahwa susu unta menekan neuroinflamasi pada tikus model penyakit autoimun.

Perbandingan Manfaat Susu vs Urine Unta Berdasarkan 1.338 Studi

Indikator KesehatanSusu UntaUrine UntaTingkat Bukti (dari CMUR)
AntidiabetesSangat kuat (peptida seperti insulin)Terbatas577 artikel (susu) vs 15 artikel (urine)
AntikankerKuat (selektif terhadap sel kanker)Kuat (fraksi PMF-K dipatenkan)Tinggi
Antihipertensi (ACE inhibitor)Kuat (peptida bioaktif)Belum banyakSedang
Penyembuhan tukak lambungSedangSangat kuat (100% kesembuhan)Tinggi untuk urine
Pelindung hatiSedangKuat (hepatoprotektif)Sedang
Antiplatelet (jantung)Belum banyakKuatSedang
Anti-inflamasiSangat kuat (laktoferrin)SedangTinggi untuk susu
AntimikrobaKuat (lisozim, laktoperoksidase)Kuat (melawan E. coli MDR)Tinggi

*Sumber: Diolah dari Abdelwahab et al., 2024 (Cogent Food & Agriculture) dan studi-studi primer yang direview*

Top 10 Negara Muslim dalam Riset CMUR dan Bukti Keterkaitan dengan Islam

PeringkatNegaraJumlah PublikasiPopulasi UntaLandasan Islam
1Arab Saudi265TinggiTempat turunnya hadis, pusat Thibbun Nabawi
2Mesir193TinggiUniversitas Al-Azhar aktif meneliti sunnah
3Iran82SedangTradisi pengobatan Islam (Unani)
4Tunisia74SedangKolaborasi dengan pusat riset Perancis
5Aljazair71TinggiWarisan pengobatan tradisional Berber-Islam
6Uni Emirat Arab108TinggiPendanaan riset halal dan medis
7Pakistan<50TinggiPengikut mazhab Hanafi yang merujuk hadis
8Sudan<50TinggiTradisi pengobatan dengan produk ternak
9Yordania<50SedangPenelitian tentang MERS-CoV dan unta
10Indonesia0Ribuan ekorBelum ada kontribusi riset

Sumber: Abdelwahab et al., 2024 dan data populasi unta FAO

Mengapa Sains Baru Membenarkan Sekarang? Dan Mengapa Urine Unta Masih 7,78%?

Ada tiga tantangan utama yang dihadapi peneliti, sebagaimana diungkap dalam bibliometrik ini:

  1. Osmolaritas urine: Urine unta sangat pekat. Jika diuji tanpa pengenceran yang tepat, sel-sel di laboratorium akan mati karena kelebihan garam—bukan karena racun. Inilah mengapa banyak penelitian awal gagal.
  2. Kesulitan pengumpulan sampel: Mengumpulkan urine unta secara steril dan dalam jumlah cukup untuk penelitian sangat sulit. Belum lagi faktor sosial: banyak masyarakat yang enggan terlibat.
  3. Bias publikasi: Jurnal lebih tertarik pada susu unta karena nilai ekonominya jelas. Urine dianggap ‘limah’ sehingga minim pendanaan.

Namun, para ilmuwan dalam studi ini menegaskan: Kecilnya jumlah penelitian urine (7,78%) bukan berarti urine tidak berkhasiat. Sebaliknya, ini adalah knowledge gap yang harus diisi.

Kesimpulan untuk Umat Islam

Temuan ini adalah penguatan iman dan panggilan untuk bertindak:

  1. Iman: Tidak ada satu pun petunjuk Nabi yang bertentangan dengan sains. Perintah Rasulullah ﷺ untuk meminum susu dan urine unta telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat antidiabetes, antikanker, antiinflamasi, dan penyembuhan lambung.
  2. Ibadah dan Ijtihad: Para ulama sepakat bahwa mengonsumsi urine unta untuk pengobatan darurat adalah halal dan bahkan sunnah ketika dilakukan sesuai tuntunan. Namun, cara terbaik adalah mengekstrak molekul bioaktifnya menjadi obat paten—ini sejalan dengan maqasid syariah (menjaga jiwa).
  3. Panggilan untuk Indonesia: Indonesia memiliki ribuan unta di NTT, NTB, dan Jawa Timur, tetapi nol publikasi dalam peta riset global ini. Sudah saatnya Universitas Nusa Cendana, Universitas Mataram, dan Kementerian Riset menjalin kolaborasi dengan pusat riset unggulan di Saudi (King Saud University) atau UAE (United Arab Emirates University).

Peringatan Penting (Fatwa dan Sains)

  • Jangan minum urine unta mentah sembarangan. Risiko infeksi bakteri dan toksisitas osmolaritas nyata.
  • Ikuti metode ilmiah: Para peneliti menggunakan fraksinasi (pemisahan) dan pengenceran sebelum uji klinis.
  • Konsultasi dengan dokter dan ulama: Jika ingin menggunakan terapi ini, pastikan dalam pengawasan tenaga kesehatan yang memahami Thibbun Nabawi.

Wallahu a’lam.

Referensi: di sini

Artikel Lainnya:

Tagged:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

[mc4wp_form]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *